KABUPATEN LUWU DAN PESONANYA
NATURAL SAWERIGADING CLIMBING TOURISM
Jika teman-teman pembaca adalah
salah seorang dari Backpacker, pencinta alam atau punya hobbi jalan-jalan, dan
menyukai wisata murah? Tidak ada ruginya melirik tujuan wisata yang satu ini.
Letaknya di Kota Belopa Kabupaten Luwu, sekitar 8 jam perjalanan menggunakan
Bus/AC dari kota Makassar ke arah Utara, Sulawesi Selatan. Jika teman-teman
browsing di Google map, letaknya sebelum Kota Palopo, berada di sebelah kiri
Teluk Bone.
Di tempat ini, teman-teman akan
dihibur oleh bunyi-bunyi kicauan burung hutan dan jika beruntung, sesekali
beberapa ekor monyet akan mendatangi tenda teman-teman. Dan yang tak kalah
menarik dan memang merupakan tujuan para wisatawan ke tempat ini adalah air
terjun dengan ketinggian sekitar 120 meter, yang dalam bahasa daerah setempat
dikenal dengan sebutan SARASA’. Yang memang berarti air terjun. Memang jika
dibandingkan dengan Semeru, Rokatenda, Bawakaraeng, Latimojong dan
gunung-gunung di Indonesia lainnya, SARASA’ tidak terlalu tinggi. Sekitar 700 –
800 Mdpl saja. Namun sensasi perjalanan dan lokasinya yang memang tidak
komersil akan membuat teman-teman merinding. Dan menurut warga yang berkebun di
sekitar air terjun tersebut, pernah seekor ular phyton jatuh ke muaranya dan
hanya menyisakan tulang kepala yang utuh.
Setiba di kota Belopa, untuk
menghemat pengeluaran teman-teman bisa menginap di rumah kenalan atau kerabat.
Atau juga memilih salah satu penginapan yang ditawarkan; HOTEL BELIA, WISMA KARMILA, HOTEL TAZLYLAH, WISMA ATI MARIO dan WISMA SUBUR. Dengan kisaran harga IDR
30. 000 sampai 250. 000 per malam. Semuanya berada di tengah kota sehingga
memudahkan teman-teman mendapatkan transportasi.
Untuk mencapai air terjun
SARASA’, teman-teman dapat meyewa angkutan umum dengan kisaran harga IDR. 40.
000 dari Kota Belopa ke arah barat. Maklumlah, daerah ini bukan jalur kendaraan
umum tetapi teman-teman masih bisa menawar harganya kok. Atau bila teman-teman
berangkat cuma berdua, bisa menyewa tukang ojek yang lebih murah. Sebagai
catatan, jasa pemandu wisata di daerah Luwu belum begitu popular apalagi untuk
daerah gunung.
Dan sebagai
panduan ringkas wisata ke Kota Belopa ini, teman-teman bisa melihatnya di
bawah:
1.
BUS/AC dari Makassar = IDR. 120. 000 – 135. 000
2.
Penginapan =
IDR. 30. 000 – 250. 000 per malam
3.
Transportasi =
Ojek IDR. 30. 000/ Angkutan umum IDR. 40. 000
Untuk keperluan makanan dapat kami tanggungkan selama teman-teman berada
di Belopa. Jadi, teman-teman tinggal mengatur keuangan untuk keperluan pribadi
teman-teman yang lain.
Tapi untuk teman-teman, kami bisa memfasilitasi semua keperluannya termasuk
perizinan menginap kepada Kepala Desa dengan syarat menghubungi kami sebulan
sebelum keberangkatan. Untuk masalah bayaran perjalanan, kami tidak mematok harga
pas untuk itu. Cukup dengan pemberian ikhlas dari teman-teman, tidak dibayar
dengan uang pun tidak masalah karena sudah merupakan kesenangan bagi kami untuk
memperkenalkan sebuah tempat wisata kepada orang-orang luar daerah. Untuk info,
bisa menghubungi nomor ini 082 196 982 774
Perjalanan dari kota Belopa ke kampung terakhir sebelum pendakian memakan
waktu sekitar satu jam. Setelah itu, kita akan tiba di desa TUMBU BARA. Dan
setelah semua beres, kita akan memulai pendakian selama kurang lebih dua setengah
jam + istirahat.
Diperjalanan, teman-teman akan disuguhi perkebunan cengkeh warga dan
pemandangan alam yang sejuk. Untuk sumber air, teman-teman tidak perlu ragu. Di
dekat air terjun, ada sebuah waduk yang bisa ditempati untuk mencari udang pada
malam hari. Jika kita memulai pendakian pada sore hari sekitar pukul empat,
maka kita akan bertemu dengan kabut dan kunang-kunang di tengah perjalanan.
Inilah yang membuat kami tertarik untuk mengajak teman-teman datang ke lokasi
ini untuk mencobanya dulu. Jika teman-teman berminat, silakan mampir lagi. Dan
jangan lupa mempromosikan daerah kami ke rekan-rekan dan teman-teman kalian.
Lokasi air terjun ini juga sering ditempati oleh adik-adik Palang Merah
Remaja SMA/ SMP dan PRAMUKA untuk berakhir pekan dengan mengadakan perkemahan
sabtu minggu.
Di gunung ini, hampir tidak ada sesuatu yang bersifat angker yang harus
dikhawatirkan teman-teman. Berhubung ini merupakan hutan adat milik warga, jadi
teman-teman hanya diperlukan untuk menjaga kebersihan, tidak merusak alam, dan
tidak mengambil sesuatu sebelum meminta izin kepada warga kampung.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar