Minggu, 13 April 2014

NATURAL SAWERIGADING

KABUPATEN LUWU DAN PESONANYA
NATURAL SAWERIGADING CLIMBING TOURISM

                Jika teman-teman pembaca adalah salah seorang dari Backpacker, pencinta alam atau punya hobbi jalan-jalan, dan menyukai wisata murah? Tidak ada ruginya melirik tujuan wisata yang satu ini. Letaknya di Kota Belopa Kabupaten Luwu, sekitar 8 jam perjalanan menggunakan Bus/AC dari kota Makassar ke arah Utara, Sulawesi Selatan. Jika teman-teman browsing di Google map, letaknya sebelum Kota Palopo, berada di sebelah kiri Teluk Bone.
                Di tempat ini, teman-teman akan dihibur oleh bunyi-bunyi kicauan burung hutan dan jika beruntung, sesekali beberapa ekor monyet akan mendatangi tenda teman-teman. Dan yang tak kalah menarik dan memang merupakan tujuan para wisatawan ke tempat ini adalah air terjun dengan ketinggian sekitar 120 meter, yang dalam bahasa daerah setempat dikenal dengan sebutan SARASA’. Yang memang berarti air terjun. Memang jika dibandingkan dengan Semeru, Rokatenda, Bawakaraeng, Latimojong dan gunung-gunung di Indonesia lainnya, SARASA’ tidak terlalu tinggi. Sekitar 700 – 800 Mdpl saja. Namun sensasi perjalanan dan lokasinya yang memang tidak komersil akan membuat teman-teman merinding. Dan menurut warga yang berkebun di sekitar air terjun tersebut, pernah seekor ular phyton jatuh ke muaranya dan hanya menyisakan tulang kepala yang utuh.



                Setiba di kota Belopa, untuk menghemat pengeluaran teman-teman bisa menginap di rumah kenalan atau kerabat. Atau juga memilih salah satu penginapan yang ditawarkan; HOTEL BELIA, WISMA KARMILA, HOTEL TAZLYLAH, WISMA ATI MARIO dan WISMA SUBUR. Dengan kisaran harga IDR 30. 000 sampai 250. 000 per malam. Semuanya berada di tengah kota sehingga memudahkan teman-teman mendapatkan transportasi.



                Untuk mencapai air terjun SARASA’, teman-teman dapat meyewa angkutan umum dengan kisaran harga IDR. 40. 000 dari Kota Belopa ke arah barat. Maklumlah, daerah ini bukan jalur kendaraan umum tetapi teman-teman masih bisa menawar harganya kok. Atau bila teman-teman berangkat cuma berdua, bisa menyewa tukang ojek yang lebih murah. Sebagai catatan, jasa pemandu wisata di daerah Luwu belum begitu popular apalagi untuk daerah gunung.

Dan sebagai panduan ringkas wisata ke Kota Belopa ini, teman-teman bisa melihatnya di bawah:
1.       BUS/AC dari Makassar           = IDR. 120. 000 – 135. 000
2.       Penginapan                            = IDR. 30. 000 – 250. 000 per malam
3.       Transportasi                           = Ojek IDR. 30. 000/ Angkutan umum IDR. 40. 000

Untuk keperluan makanan dapat kami tanggungkan selama teman-teman berada di Belopa. Jadi, teman-teman tinggal mengatur keuangan untuk keperluan pribadi teman-teman yang lain.

Tapi untuk teman-teman, kami bisa memfasilitasi semua keperluannya termasuk perizinan menginap kepada Kepala Desa dengan syarat menghubungi kami sebulan sebelum keberangkatan. Untuk masalah bayaran perjalanan, kami tidak mematok harga pas untuk itu. Cukup dengan pemberian ikhlas dari teman-teman, tidak dibayar dengan uang pun tidak masalah karena sudah merupakan kesenangan bagi kami untuk memperkenalkan sebuah tempat wisata kepada orang-orang luar daerah. Untuk info, bisa menghubungi nomor ini 082 196 982 774

Perjalanan dari kota Belopa ke kampung terakhir sebelum pendakian memakan waktu sekitar satu jam. Setelah itu, kita akan tiba di desa TUMBU BARA. Dan setelah semua beres, kita akan memulai pendakian selama kurang lebih dua setengah jam + istirahat.

Diperjalanan, teman-teman akan disuguhi perkebunan cengkeh warga dan pemandangan alam yang sejuk. Untuk sumber air, teman-teman tidak perlu ragu. Di dekat air terjun, ada sebuah waduk yang bisa ditempati untuk mencari udang pada malam hari. Jika kita memulai pendakian pada sore hari sekitar pukul empat, maka kita akan bertemu dengan kabut dan kunang-kunang di tengah perjalanan. Inilah yang membuat kami tertarik untuk mengajak teman-teman datang ke lokasi ini untuk mencobanya dulu. Jika teman-teman berminat, silakan mampir lagi. Dan jangan lupa mempromosikan daerah kami ke rekan-rekan dan teman-teman kalian.



Lokasi air terjun ini juga sering ditempati oleh adik-adik Palang Merah Remaja SMA/ SMP dan PRAMUKA untuk berakhir pekan dengan mengadakan perkemahan sabtu minggu.


Di gunung ini, hampir tidak ada sesuatu yang bersifat angker yang harus dikhawatirkan teman-teman. Berhubung ini merupakan hutan adat milik warga, jadi teman-teman hanya diperlukan untuk menjaga kebersihan, tidak merusak alam, dan tidak mengambil sesuatu sebelum meminta izin kepada warga kampung.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar