Kenapa
harus REAL MADRID?
Masih segar dalam ingatan laga
final Copa Del Rey 2014. Kalo lu ikuti perkembangan karir sepak bola Christiano
Ronaldo dan teman-temannya di REAL MADRID, lu bakalan cuma bisa geleng-geleng
kepala atau angguk-anggukkan kepala lu begitu lu tahu siapa mereka.
Real Madrid
adalah salah satu klub pemberi kontribusi terbesar di Spanyol, Eropa dan Dunia.
BIsnis dan manajemen yang mantap membuat mereka dijuluki raksasa pencetak
sejarah. Dan memang sudah terbukti.
Permasalahannya bukan pada dunia sepak bola.
Tapi lu mengaku sebagai fans sebuah klub internasional, apa lu tahu latar
belakang klub yang lu suka? Terus terang, gue nggak punya jersey REAL MADRID.
Gue cuma punya 1 posternya di wallpaper gue di laptop. Tapi gue gak banyak
bicara sama orang lain untuk membanggakan klub idola gue.
Cukup gue yang tahu
dan itu jadi bahan informasi sesame penggemar klub juga.
Sekali waktu gue nonton pertandingan El clasico Copa Del Rey, pas REAL
MADRID kebobolan 0-1, teman-teman fans REAL MADRID yang lain diam aja.
Karena
memang, bukan gol yang kita incar pada saat nonton bareng atau lagi bahas sepak
bola.
Gue sama teman-teman lebih membahas ke teknik permainan, posisi dan
cerita di balik itu sebagai sarana bertukar informasi.
Bahkan di rumah gue, gue
bilag sama sodara gue, lu gak usah ngerokok kalo lu gak ngefans sama REAL
MADRID.
Di jalanan, di angkot, di mesjid, bahkan di kantor KPU, malah pernah jug
ague dapatin orang-orang pake jersey BARCeLONA. REAL MADRID kemana?
Lu udah
tahu kan, se-ngefans-ngefansnya kita sama mereka, kita nggak terlalu tonjolin
rasa suka kita. Nasionalisme kita masih utuh dan ngefans hanya sekadar profil klub.
Sekadar lu tahu aja, REAL MADRID itu menjalankan manajemen keuangannya
yang diserahkan sama auditor yang dikasi nama “socio” atau anggota kelompok fans.
Katro? Nggak. Justru lu nggak usah heran kalo besok-besok ada caleg atau
Presiden yang pake jersey murahan BARCELONA yang sekarang bisa dibeli di
emperan toko mana saja.
Gue nggak benci sama BARCELONA. Gue malah lebih tidak
tertarik untuk bertemu penggemar mereka yang ternyata gue kenal cuma modal nama
dan baju doang.
Kalo lu baca ini dan lu orang Makassar, lu pasti bakalan ngeluh ketemu
gue. Tapi kalo lu di Jawa, lu coba deh datang liburan ke Makassar dan lu bisa
lihat sejauh mana pengetahuan sepak bola para “fans” BARCELONA ini.
Gue nggak
menjagokan REAL MADRID tapi gue mengidolakan mereka.
Dari klub inilah gue paham apa arti perjuangan sebenarnya. Tim lu mungkin
selalu menang pas laga kompetisi.
Tapi itu bukan akhir pertandingan. Dan ketika
tim idola gue menang di laga final, baru lu mengakui kehebatannya. Dan lu
buktiin itu dengan banyak bicara dan
asal ngomong dan protes kan? Paling kalem juga lu diam-diam aja,
Secara narsis nih gue bilang: Lu lihat gak wajahnya Puyol pas Casillas
ngangkat thropy del rey? Ekspresi kekalahn itu memang buruk.
Dan diperburuk lagi
dengan tidak adanya dukungan dari para fans setelah klub idolanya kalah. Tapia
pa lu masih berani ngomong?
Dan itulah, gue tekankan sekali lagi disini: bahwa sebagai orang-orang yang mengidolakan REAL
MADRID, kita nggak pernah tonjolin ke publik bahwa kita ngefans. Tapi lihat
sekali saja, lu bakalan tahu dan bisa saling komunikasi sesama fans REAL
MADRID.
Lu mungkinmemang gak tahu kenapa duel mereka disebut El Clasico. Untuk
ini, lu cari sendiri deh. Akan menyita waktu dan bukan kapasitas gue untuk
jelasin sama lu yang baca ini.
Indonesia sekarang sudah modern.
Walaupun ada yang bilang belum
berkembang pesat tapi buktinya, perkembangan dunia apapun yang lagi mutakhir,
pasti juga ada di Indonesia.
Dan penerimaan warganya sangat antusias untuk itu.
Lu pernah mimpiin gak bagaimana kalo Indonesia punya klub sekuat
liga-liga Eropa? Impian untuk masuk Piala Dunia yang pertama kalinya pasti akan
lebih mudah.
Sampai ketemu setahun lagi di final C opa Del Rey 2015.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar