Kamis, 17 April 2014

KENAPA HARUS REAL MADRID ?

                Kenapa harus REAL MADRID?

Masih segar dalam ingatan laga final Copa Del Rey 2014. Kalo lu ikuti perkembangan karir sepak bola Christiano Ronaldo dan teman-temannya di REAL MADRID, lu bakalan cuma bisa geleng-geleng kepala atau angguk-anggukkan kepala lu begitu lu tahu siapa mereka. 

Real Madrid adalah salah satu klub pemberi kontribusi terbesar di Spanyol, Eropa dan Dunia. 

BIsnis dan manajemen yang mantap membuat mereka dijuluki raksasa pencetak sejarah. Dan memang sudah terbukti.

Permasalahannya bukan pada dunia sepak bola.

Tapi lu mengaku sebagai fans sebuah klub internasional, apa lu tahu latar belakang klub yang lu suka? Terus terang, gue nggak punya jersey REAL MADRID. 

Gue cuma punya 1 posternya di wallpaper gue di laptop. Tapi gue gak banyak bicara sama orang lain untuk membanggakan klub idola gue.

Cukup gue yang tahu dan itu jadi bahan informasi sesame penggemar klub  juga.

Sekali waktu gue nonton pertandingan El clasico Copa Del Rey, pas REAL MADRID kebobolan 0-1, teman-teman fans REAL MADRID yang lain diam aja. 

Karena memang, bukan gol yang kita incar pada saat nonton bareng atau lagi bahas sepak bola.

Gue sama teman-teman lebih membahas ke teknik permainan, posisi dan cerita di balik itu sebagai sarana bertukar informasi. 

 Bahkan di rumah gue, gue bilag sama sodara gue, lu gak usah ngerokok kalo lu gak ngefans sama REAL MADRID.

Di jalanan, di angkot, di mesjid, bahkan di kantor KPU, malah pernah jug ague dapatin orang-orang pake jersey BARCeLONA. REAL MADRID kemana? 

Lu udah tahu kan, se-ngefans-ngefansnya kita sama mereka, kita nggak terlalu tonjolin rasa suka kita. Nasionalisme kita masih utuh dan ngefans hanya sekadar profil klub.

Sekadar lu tahu aja, REAL MADRID itu menjalankan manajemen keuangannya yang diserahkan sama auditor yang dikasi nama “socio” atau anggota kelompok fans.

Katro? Nggak. Justru lu nggak usah heran kalo besok-besok ada caleg atau Presiden yang pake jersey murahan BARCELONA yang sekarang bisa dibeli di emperan toko mana saja. 
Gue nggak benci sama BARCELONA. Gue malah lebih tidak tertarik untuk bertemu penggemar mereka yang ternyata gue kenal cuma modal nama dan baju doang.

Kalo lu baca ini dan lu orang Makassar, lu pasti bakalan ngeluh ketemu gue. Tapi kalo lu di Jawa, lu coba deh datang liburan ke Makassar dan lu bisa lihat sejauh mana pengetahuan sepak bola para “fans” BARCELONA ini. 

Gue nggak menjagokan REAL MADRID tapi gue mengidolakan mereka.

Dari klub inilah gue paham apa arti perjuangan sebenarnya. Tim lu mungkin selalu menang pas laga kompetisi. 

Tapi itu bukan akhir pertandingan. Dan ketika tim idola gue menang di laga final, baru lu mengakui kehebatannya. Dan lu buktiin itu  dengan banyak bicara dan asal ngomong dan protes kan? Paling kalem juga lu diam-diam aja,

Secara narsis nih gue bilang: Lu lihat gak wajahnya Puyol pas Casillas ngangkat thropy del rey? Ekspresi kekalahn itu memang buruk. 

Dan diperburuk lagi dengan tidak adanya dukungan dari para fans setelah klub idolanya kalah. Tapia pa lu masih berani ngomong?

Dan itulah, gue tekankan sekali lagi disini:  bahwa sebagai orang-orang yang mengidolakan REAL MADRID, kita nggak pernah tonjolin ke publik bahwa kita ngefans. Tapi lihat sekali saja, lu bakalan tahu dan bisa saling komunikasi sesama fans REAL MADRID.

Lu mungkinmemang gak tahu kenapa duel mereka disebut El Clasico. Untuk ini, lu cari sendiri deh. Akan menyita waktu dan bukan kapasitas gue untuk jelasin sama lu yang baca ini.

Indonesia sekarang sudah modern. 

Walaupun ada yang bilang belum berkembang pesat tapi buktinya, perkembangan dunia apapun yang lagi mutakhir, pasti juga ada di Indonesia. 

Dan penerimaan warganya sangat antusias untuk itu.

Lu pernah mimpiin gak bagaimana kalo Indonesia punya klub sekuat liga-liga Eropa? Impian untuk masuk Piala Dunia yang pertama kalinya pasti akan lebih mudah.

Sampai ketemu setahun lagi di final C opa Del Rey 2015.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar