Minggu, 13 April 2014

AGAMA DAN SELEBRITIS



KETIKA AGAMA MENJADI SEBUAH PERMAINAN 
BAGI PARA SELEBRITIS


Assalamualaikumwarahmatullahiwbarakatuh

Kali ini saya ingin berbagi informasi dengan teman-teman tentang kehidupan para selebritis di Indonesia yang mengatasnamakan agama dalam sebuah hubungan. Tulisan ini saya sadur dari berbagai artikel yang saya baca di internet dan saya kombinasikan dengan informasi yang saya dapatkan sendiri dari berbagai media elektronik.

Teman-teman pasti sudah tahu dan sudah mengikuti berita tentang artis cantik Asmirandah Zantman yang “berpindah-pindah agama” demi kekasihnya Jonas Rivanno. Pada kata (berpindah-pindah), saya memberikan cetak miring dan tanda petik double karena disini saya melihat sebuah kekecewaan dari diri saya sendiri tentang seorang muslim yang ternyata mempermainkan agamanya dan meninggalkan keluarganya. 

Menurut artikel yang saya baca di http://id.wikipedia.org/wiki/Asmirandah , Asmirandah Zantman (lahir di Jakarta, 5 Oktober 1989) adalah seorang aktris sinetron Indonesia. Ia memulai karier di dunia hiburan tanah air lewat sinetron Kawin Gantung. Namanya mulai dikenal publik sejak membintangi beberapa sinetron seperti Inikah Rasanya? Dan Cinta SMU 2. Asmirandah juga dikenal oleh publik di Indonesia sebagai bintang iklan televisi untuk produk Gery Cokluut, Gery Saluut, XL, Rexona,Suzuki Spin, dan AC Sharp.
 
Pada tanggal 7 November 2013, Asmirandah mengajukan pembatalan pernikahan (bukan gugat cerai) ke pengadilan agama Depok. Pembatalan pernikahan dapat terjadi, karena berbagai sebab. Misalnya terjadi perkawinan dilaksanakan dengan paksa. Sekitar seminggu setelah mengajukan pembatalan pernikahan, Asmirandah masih tampak mesra dengan Vanno. Jika pembatalan pernikahan ini dikabulkan, maka mereka berdua dapat menikah kembali di luar negeri walaupun berbeda agama. Tanggal 18 Desember 2013, permohonan pembatalan pernikahan dikabulkan majelis hakim, karena pada kenyataannya Vanno tetap menganut agamanya semula. Akta nikah dan duplikatnya tidak memiliki kekuatan hukum lagi dan status Asmirandah dan Vanno kembali lajang. 

Pada tanggal 19 Desember 2013, Asmirandah mendatangi Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) sehubungan dengan banyaknya pemberitaan di infotaintment tentang dirinya. Esoknya KPI telah melayangkan Surat Edaran kepada lembaga penyiaran dan televisi untuk menghentikan penyiaran tentang SARA. Namun, dari kesaksian Asmirandah dan Vanno di sebuah gereja yang dilayani oleh Pendeta Gilbert Lumoindong, Asmirandah dan Vanno mengatakan sudah bersatu dan diberkati yang berarti Asmirandah telah berpindah keyakinan dari Islam menjadi Kristen.
 
Saya sebagai penulis, merasa sangat keberatan mendengar berita ini sebab saya juga dilahirkan di tengah-tengah keluarga Islam yang sangat relijius. Walaupun mungkin saya tidak mendalami agama Islam secara serius, berdasarkan pendidikan agama yang saya pelajari selama ini, murtad adalah sesuatu yang tidak bisa ditolerir dalam Islam.

Disini, saya tidak membahas agama Islam secara ekstrim namun kembali membuka penalaran teman-teman. Bagaimana dengan perasaan teman-teman yang beragama Kristen? Setelah mendengar seorang Jonas Rivanno memeluk agama Islam, teman-teman merasa kehilangan sosok Vanno kan yang selama ini mungkin menemani kalian beribadah? Namun di lain sisi, sebagai seorang Islam, walaupun saya tidak mengenal siapa Jonas Rivanno, saya sangat senang mengetahui ada seorang warga Indonesia lagi yang memeluk agama Islam.

Saya dibesarkan dan bersekolah selama 18 tahun di Tana Toraja yang nota bene fanatik dengan agama Kristen. Namun saya dan keluarga tidak pernah merasa terganggu. Bahkan kami merasa bebas untuk menjalankan ibadah di mesjid dengan apapun rutinitas keagamaan yang hendak dijalankan. Teman-teman agama Kristen pun malah membangunkan saya dan keluarga pada saat sahur di bulan Ramadhan. Bahkan selama saya tinggal di Toraja (sebelum pindah ke Makassar) tidak pernah sekalipun teman-teman saya mengajak saya untuk pindah agama.

Tapi bagaimana jika seseorang itu (Jonas Rivanno) memeluk sebuah agama hanya karena ada kepentingan pribadi yang terselubung? Dan relakah teman-teman yang beragama Kristen agamanya dipermainkan seperti itu? “Ibaratnya, kemarin dia beragama Islam dan besok dia beragama Kristen lagi”
Inilah yang menjadi musuh bersama kita sebagai umat beragama selama ini. Kurang kuatnya Iman dalam memeluk agama yang kita anut. Di dalam Islam, sudah dibahas dalam Al-Quran “Untukmulah agamamu (keyakinanmu) dan untukkulah agamaku. Jadi toleransi itu sudah ada dari dulu. Namun kasihan sekali telah disalahgunakan oleh orang-orang yang tidak paham betul akan agama.

Salah satu artikel dari www.slidegossip.com yang saya baca;  Ayahanda Asmirandah, M. Farmidji Zantman mengungkapkan kekesalannya pada Jonas Rivanno yang diakui telah menipunya. Awalnya, Farmidji tidak mengizinkan puterinya menikah dengan Rivanno jika mereka tidak satu keyakinan. Akhirnya, Rivanno pun pindah agama ke Islam dan menjadi muallaf hingga bisa menikah dengan Asmirandah. Namun setelah menikah, Rivanno malah kembali ke agamanya semula, Kristen.

Saya bukan menggurui atau mengajar teman-teman. Kita semua sudah sama-sama dewasa. Jika memang teman-teman ingin membuat perubahan, tunjukkanlah dalam bentuk yang positif. Tolong jangan membawa-bawa nama agama ataupun mengatasnamakan agama atas tindakan sepihak anda.

Terima kasih untuk teman-teman yang telah menghabiskan waktu untuk membaca artikel yang saya tulis ini. Jangan lupa teman-teman memberikan komentar atau memberi ide untuk saya menulis artikel yang lebih menarik lagi.

Asmirandah dan Jonas Rivanno. Source: tempo.co


Tidak ada komentar:

Posting Komentar