KETIKA AGAMA MENJADI SEBUAH PERMAINAN
BAGI PARA
SELEBRITIS
Assalamualaikumwarahmatullahiwbarakatuh
Kali ini saya ingin berbagi informasi dengan
teman-teman tentang kehidupan para selebritis di Indonesia yang mengatasnamakan
agama dalam sebuah hubungan. Tulisan ini saya sadur dari berbagai artikel yang saya
baca di internet dan saya kombinasikan dengan informasi yang saya dapatkan
sendiri dari berbagai media elektronik.
Teman-teman pasti sudah tahu dan sudah
mengikuti berita tentang artis cantik Asmirandah Zantman yang “berpindah-pindah agama” demi kekasihnya
Jonas Rivanno. Pada kata (berpindah-pindah), saya memberikan cetak miring dan
tanda petik double karena disini saya melihat sebuah kekecewaan dari diri saya
sendiri tentang seorang muslim yang ternyata mempermainkan agamanya dan
meninggalkan keluarganya.
Menurut artikel yang saya baca di http://id.wikipedia.org/wiki/Asmirandah
, Asmirandah Zantman (lahir di Jakarta, 5 Oktober 1989) adalah seorang aktris sinetron Indonesia. Ia memulai karier di
dunia hiburan tanah air lewat sinetron Kawin
Gantung. Namanya mulai dikenal publik sejak membintangi beberapa sinetron
seperti Inikah Rasanya? Dan Cinta SMU 2. Asmirandah
juga dikenal oleh publik di Indonesia sebagai bintang iklan televisi untuk produk Gery
Cokluut, Gery Saluut, XL, Rexona,Suzuki Spin, dan AC Sharp.
Pada tanggal 7 November 2013, Asmirandah mengajukan pembatalan
pernikahan (bukan gugat cerai) ke pengadilan agama Depok. Pembatalan pernikahan
dapat terjadi, karena berbagai sebab. Misalnya terjadi perkawinan dilaksanakan
dengan paksa. Sekitar seminggu setelah mengajukan pembatalan pernikahan,
Asmirandah masih tampak mesra dengan Vanno. Jika pembatalan pernikahan ini
dikabulkan, maka mereka berdua dapat menikah kembali di luar negeri walaupun
berbeda agama. Tanggal 18 Desember 2013, permohonan pembatalan pernikahan dikabulkan majelis hakim, karena pada kenyataannya Vanno
tetap menganut agamanya semula. Akta nikah dan duplikatnya tidak memiliki
kekuatan hukum lagi dan status Asmirandah dan Vanno kembali lajang.
Pada
tanggal 19 Desember 2013, Asmirandah mendatangi Komisi Penyiaran Indonesia
(KPI) sehubungan dengan banyaknya pemberitaan di infotaintment tentang dirinya.
Esoknya KPI telah melayangkan Surat Edaran kepada lembaga penyiaran dan
televisi untuk menghentikan penyiaran tentang SARA. Namun, dari kesaksian
Asmirandah dan Vanno di sebuah gereja yang dilayani oleh Pendeta Gilbert Lumoindong, Asmirandah dan Vanno mengatakan sudah bersatu dan diberkati yang
berarti Asmirandah telah berpindah keyakinan dari Islam menjadi Kristen.
Saya sebagai penulis, merasa sangat keberatan mendengar berita ini sebab
saya juga dilahirkan di tengah-tengah keluarga Islam yang sangat relijius.
Walaupun mungkin saya tidak mendalami agama Islam secara serius, berdasarkan
pendidikan agama yang saya pelajari selama ini, murtad adalah sesuatu yang
tidak bisa ditolerir dalam Islam.
Disini, saya tidak membahas agama Islam secara ekstrim namun kembali
membuka penalaran teman-teman. Bagaimana dengan perasaan teman-teman yang
beragama Kristen? Setelah mendengar seorang Jonas Rivanno memeluk agama Islam, teman-teman
merasa kehilangan sosok Vanno kan yang selama ini mungkin menemani kalian
beribadah? Namun di lain sisi, sebagai seorang Islam, walaupun saya tidak
mengenal siapa Jonas Rivanno, saya sangat senang mengetahui ada seorang warga
Indonesia lagi yang memeluk agama Islam.
Saya dibesarkan dan bersekolah selama 18 tahun di Tana Toraja yang nota
bene fanatik dengan agama Kristen. Namun saya dan keluarga tidak pernah merasa
terganggu. Bahkan kami merasa bebas untuk menjalankan ibadah di mesjid dengan
apapun rutinitas keagamaan yang hendak dijalankan. Teman-teman agama Kristen
pun malah membangunkan saya dan keluarga pada saat sahur di bulan Ramadhan. Bahkan
selama saya tinggal di Toraja (sebelum pindah ke Makassar) tidak pernah
sekalipun teman-teman saya mengajak saya untuk pindah agama.
Tapi bagaimana jika seseorang itu (Jonas Rivanno) memeluk sebuah agama
hanya karena ada kepentingan pribadi yang terselubung? Dan relakah teman-teman
yang beragama Kristen agamanya dipermainkan seperti itu? “Ibaratnya, kemarin dia beragama Islam dan besok dia beragama Kristen
lagi”
Inilah yang menjadi musuh bersama kita sebagai umat beragama selama ini.
Kurang kuatnya Iman dalam memeluk agama yang kita anut. Di dalam Islam, sudah
dibahas dalam Al-Quran “Untukmulah agamamu (keyakinanmu) dan untukkulah
agamaku. Jadi toleransi itu sudah ada dari dulu. Namun kasihan sekali telah
disalahgunakan oleh orang-orang yang tidak paham betul akan agama.
Salah satu artikel dari www.slidegossip.com
yang saya baca; Ayahanda Asmirandah, M.
Farmidji Zantman mengungkapkan kekesalannya pada Jonas Rivanno yang diakui
telah menipunya. Awalnya, Farmidji tidak mengizinkan puterinya menikah dengan
Rivanno jika mereka tidak satu keyakinan. Akhirnya, Rivanno pun pindah agama ke
Islam dan menjadi muallaf hingga bisa menikah dengan Asmirandah. Namun setelah
menikah, Rivanno malah kembali ke agamanya semula, Kristen.
Read more at: http://www.slidegossip.com/2013/11/ayah-asmirandah-mengaku-kalah-dengan-jonas-rivanno-yang-sudah-membawa-pergi-asmirandah.html
Saya bukan menggurui atau mengajar teman-teman. Kita semua sudah
sama-sama dewasa. Jika memang teman-teman ingin membuat perubahan, tunjukkanlah
dalam bentuk yang positif. Tolong jangan membawa-bawa nama agama ataupun
mengatasnamakan agama atas tindakan sepihak anda.
Terima kasih untuk teman-teman yang telah menghabiskan waktu untuk
membaca artikel yang saya tulis ini. Jangan lupa teman-teman memberikan
komentar atau memberi ide untuk saya menulis artikel yang lebih menarik lagi.
Asmirandah dan Jonas Rivanno. Source: tempo.co

Tidak ada komentar:
Posting Komentar